Usaha Brownies Ummika Brownie Ingin Jadi Sarana Rezeki Orang Lain

Usaha Brownies Ummika Brownie Ingin Jadi Sarana Rezeki Orang Lain
brownies

Solopos.com, SOLO – Memulai usahanya di tahun 2019, Andika sang pemilik usaha brownies, Ummika Brownie, memilih memproduksi donat dengan merek Diva Kitchen.

“Jadi bisnis pertama saya adalah memproduksi donat dengan merk Diva Kitchen. Tidak jual brownies bakarnya, "kata Andika saat berbincang dengan Solopos.com.

Seiring berjalannya waktu, Andika dan istrinya juga membuat brownies. Namun, kue yang identik dengan warna coklat ini bukanlah produk andalan Diva Kitchen. Pengepakan atau pengemasan masih sederhana.

“Packingnya menggunakan mika dan ditempel stiker Diva Kitchen. Sangat sederhana saat itu. Rasa browniesnya tidak sebaik sekarang, "kata Andika.

Baru pada awal tahun 2020, Andika dan istrinya mulai mencoba membuat brownies panggang. Brownies fudgy bisa jadi pilihan, yang bahan bakunya lebih banyak coklat daripada tepung. Proses bikin brownies fudgy baked gak langsung jadi.

Menteri Teten Dorong UMKM Soloraya Gandeng Kaum Muda Kembangkan Platform Digital Lokal

Andika mengaku harus melakukan beberapa percobaan dengan menggabungkan beberapa resep. Demi mencari resep yang pas dan enak, Andika pun menanyakan pendapat seorang teman yang kebetulan seorang chef.

Tentunya anda tidak hanya bertanya, setiap kali brownies fudgy baked anda dibuat, teman anda diminta untuk mencicipinya. Sekaligus memberikan opini tentang rasa dari brownies tersebut. Hingga akhirnya menemukan resep yang tepat dan menjadi rujukan hingga saat ini.

“Beberapa kali bereksperimen dengan beberapa resep. Kalau tidak salah, tujuh kali sebelumnya saya benar-benar menemukan resep yang pas, ”kata Andika.

Pandemi Covid-19

Kemudian pada Februari 2020 produk baked fudgy brownie besutan Andika dan istrinya resmi diluncurkan dengan brand Ummika Brownie "The queen of baked brownies". Kemasan produk tidak lagi dengan mika, tetapi diganti dengan karton semi eksklusif.

“Satu bulan setelah launching, alhamdulillah penjualan brownies baked fudgy kami mencapai 500 bungkus,” lanjutnya.

Tapi keseruan berjualan di bulan pertama tidak bertahan lama. Pasalnya pada bulan berikutnya, Maret 2020 Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Ummika Brownie, merek yang baru-baru ini dirilis Andika harus turun karena tidak ada pembeli.

Otomatis, produksi brownies panggang fudgy terhenti. Selama 1,5 bulan, pelanggan enggan membeli karena berbagai alasan. Kondisi ini membuat Andika putus asa, dan antusiasmenya mulai menurun.

Nasi Oyek, Kuliner Rahasia Dibalik Kekuatan Gerilya Jenderal Besar Soedirman

Apalagi pelanggan Ummika Brownie, menurut Andika, sebagian besar adalah karyawan kantoran. Kebijakan bekerja dari rumah (WFH) juga berpengaruh besar pada penjualan brownies bakarnya.

Bisa Bangkit

Kondisi ini dirasa berat, namun akhirnya Andika dan istrinya bisa move on atau bangkit kembali. Tidak lagi berjualan secara offline, media sosial juga dijadikan sebagai warung penjual brownies untuk usahanya. Di pertengahan Ramadhan, Ummika Brownie memulai open order browniesnya.

Baca:  Sering Menguap, Bisa Jadi Bukan Mengantuk Tapi Karena Ini

Hasilnya sangat menggembirakan, karena dua minggu sebelum Idul Fitri dan saat Lebaran, Ummika Brownie berhasil menjual sekitar 300 bungkus. Lalu apa yang mendorong Andika untuk segera bangun.

“Jawabannya anak-anak. Kalau putus asa terus, bagaimana nasib anak-anak. Saya punya tiga anak. Yang pertama SD kelas III, kedua TK besar, dan anak ketiga berusia dua tahun. Akhirnya kita bangun dan bagaimana kita bisa jual lagi, ”kata Andika.

Menurut Andika, brownies fudgy baked Ummika Brownie ini menggunakan bahan kualitas premium (bahan premium). Sehingga pada saat makan brownies Ummika Brownie tidak terasa mual atau serak.

“Iya nggak mual dan nggak serak meski makan sepuasnya. Jadi coba lagi, lagi, dan lagi,” kata Andika berpromosi.

Berikut Resep Bikin Sosis Solo Ala Sisca Soewitomo

Usaha Ummika Brownie kini telah berkembang pesat. Menjual sebungkus brownies fudgy bakar seharga Rp40.000 laris manis. Padahal awal mulanya penjualan hanya ke kalangan akrab, teman, kerabat, dan komunitas.

Bagi yang merasa enak dan puas dengan brownies Ummika Brownie tersebut maka rekomendasikan kepada teman-teman. Mereka memesan dan memesan lagi.

Brownies panggang yang fudgy. (Khusus)

Kini di era digital dan perkembangan media sosial dan e-commerce, Andika juga memanfaatkannya sebagai lapak penjual produk brownies. Instagram, Facebook, pasar termasuk SOKU, dan Gofood mendorong media untuk menjual.

Apalagi setelah mengikuti Virtual UMKM Expo yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo bersama Solopos. Pengetahuan tentang berjualan online dan mengelola pola bisnis dan pemasaran semakin meningkat.

Karena itu Andika menuturkan meski sempat down dalam menjalankan usahanya, insya Allah sangat menyukainya. Mengapa? Karena bisa menyajikan camilan sehat untuk semua. Saat ini ada angan-angan yang ingin diraih Andika dan istrinya yaitu agar usahanya bisa menjadi sugesti untuk rezeki orang lain.

“Ingin membuat Ummika Brownie setara dengan toko roti besar yang menjual produk yang sama [brownies] di Kota Solo. Sehingga bisa menjadi sarana rezeki bagi orang lain yang nantinya akan bekerja di Ummika Brownie. Mohon doanya, ”ucap Andika menutup pembicaraan dengan Solopos.com.

Postingan Upaya Brownies Ummika Brownie Menjadi Sarana Dukungan Bagi Sesama muncul pertama kali di Solopos.com.