Super Sibuk! Tim Pemantau Awasi 87 Hajatan di Karanganyar Akhir Pekan Ini

Super Sibuk! Tim Pemantau Awasi 87 Hajatan di Karanganyar Akhir Pekan Ini
Tim pemantau perayaan Karanganyar

Solopos.com, KARANGANYAR – Tim pemantau Satpol PP Karanganyar mulai bergerak mengawal persiapan dan pelaksanaan hajatan, Jumat (25/9/2020).

Di penghujung pekan ini, tim pemantau akan cukup sibuk karena harus mengawasi pelaksanaan 87 perayaan pernikahan dari 17 kecamatan.

Ketua Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo mengatakan, pemantauan tersebut sesuai arahan Bupati Karanganyar Juliyatmono terkait tata cara pelaksanaan hajatan.

Waspada! Inilah 6 Komorbid Pendamping Kasus Kematian Penderita Covid-19 di Sukoharjo

Sebelum beranjak, tim hajatan Satpol PP Karanganyar mengikuti pembekalan pedoman hajatan yang benar di Satpol PP Mako Karanganyar pada Jumat pagi.

“Tadi kita berikan pembekalan dulu. Dulu memang saya lakukan, tapi begitulah masing-masing anggota tim bisa lebih memahami strukturnya mengikuti protokol kesehatan yang benar,” jelas Yophy kepada Solopos.com, Jumat.

Yophy dan tim penanggung jawab kawasan Tasikmadu menyambangi lokasi hajatan warga Dusun Sambiroto, Desa Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar.

Ingin tahu? Inilah Aset dan Hutang Gibran kepada Cawali Pilkada Solo

Tindakan pencegahan

Tim memberikan edukasi terlebih dahulu kepada penyelenggara hajatan sebelum hari H akhir pekan ini. Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu langkah preventif atau pencegahan penularan Covid-19.

"Kami memperingatkan mereka sebelum acara, meminta tanda tangan atas komitmen kami untuk mematuhi protokol kesehatan," tambahnya.

Kemudian pada hari H, tim hajatan Karanganyar akan datang kembali untuk menentukan apakah hajatan sudah dilaksanakan sesuai pedoman atau belum.

Cawabup Sukoharjo Wiwaha Aji Santosa memiliki aset Rp 46 juta, tidak ada tanah dan bangunan

“Kalau tidak sesuai yang saya katakan kemarin, kami akan panggil panitia dan kami minta hentikan hajatannya,” jelas Yophy.

Pada akhir pekan ini, tim mencatat ada 87 lokasi hajatan yang tersebar di 17 kecamatan. Perayaannya sebagian besar adalah pernikahan.

Baca:  Ada PSBB, 6 Penggawa Persis Solo Masih di Jabodetabek

Petugas juga akan secara berkala meminta data hajatan dari masing-masing kecamatan. Laporan akan dilanjutkan sesuai kondisi lapangan.

Update Solo Covid-19: Tambah 6 Kasus Positif Baru, Tambah 1 Orang Meninggal

Ia mencontohkan jika ada warga yang menggelar hajatan pada hari Kamis, bukan berarti tidak ada pantauan dari tim pemantau hajatan Karanganyar.

Kapasitas Lokasi

“Tim kecamatan harus datang dan meminta data termasuk tanda tangan surat pernyataan. Aturannya sama dengan kata Bupati, perayaan tidak bisa dilakukan pada malam hari dan di dusun-dusun yang ada kasus Covid-19,” ujarnya.

Mengenai jumlah tamu, menurut Yophy, menyesuaikan kapasitas lokasi dengan mengatur kursi dalam jarak 1,5 meter. “Kalau kapasitas lokasi 1,5 meter sudah oke. Jadi belum ada angka pastinya. Pedomannya untuk daerah lokasi dengan kapasitas jarak yang sesuai,” ujarnya.

Intip Garasi Rumah Cawali Solo Gibran Rakabuming Raka, Mobil 5 Lur!

Pembawa acara hajatan warga Sambiroto, Pandeyan, Tasikmadu, Widayati mengatakan, hajatan akhir pekan ini hanya sebagai persetujuan acara Kabul. Menurut luas lokasinya, tamu undangan hanya sekitar 200 orang.

Widayati menegaskan akan mematuhi aturan protokol kesehatan. “Kemarin kami berdiskusi dengan pengantin pria dan sudah ada kesepakatan untuk mematuhi protokol kesehatan. Kami menyediakan cuci tangan, thermogun, pelindung wajah dan masker untuk tamu. Hiburan musik juga tidak ada,” ujarnya.

Pos Super Sibuk! Tim pemantau yang menyaksikan lebih dari 87 perayaan di Karanganyar akhir pekan ini muncul pertama kali di Solopos.com.