Sanksi Sosial Sadarkan Pengguna Jalan Patuhi Protokol Kesehatan

Sanksi Sosial Sadarkan Pengguna Jalan Patuhi Protokol Kesehatan
Penggerebekan topeng membersihkan Sungai Solo

Solopos.com, SOLO – Jumlah pelanggar protokol kesehatan yang ditangkap Tim Cipta Kondisi Kota Solo mulai berkurang. Ini diklaim sebagian karena sanksi sosial untuk membersihkan anak sungai dan selokan.

Kepala Satpol PP Kota Solo Arif Darmawan menjelaskan, jumlah pelanggar protokol kesehatan di kalangan pengguna jalan yang tertangkap razia menurun. Jumlah pelanggar protokol kesehatan yang terjaring selama 18 hari pada September sebanyak 956 orang. Sedangkan hingga awal Oktober hingga Kamis (8/10/2020) jumlah warga yang tertangkap dalam penggerebekan sebanyak 195 orang.

“Sudah ada perubahan perilaku masyarakat dengan adanya sanksi sosial karena warga memakai masker saat melintasi jalan protokol di Solo. Tapi kalau berbelanja di warung tetangga tetap saja meninggalkan masker. Masyarakat lebih terpacu. pakai masker karena takut sanksi, ”ujarnya, Kamis (8/10/2020).

Ia menjelaskan, minimnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan untuk menjaga diri sendiri dan orang lain di sekitar menjadi tantangan bagi Satpol PP Kota Solo. Rendahnya kesadaran dan bertambahnya jumlah penderita positif Covid-19 dari gugus keluarga mendorong Satpol PP menggencarkan razia di desa tersebut.

“Kami minta Satlinmas memetakan wilayah-wilayah yang warga sering melanggar tata tertib kesehatan. Tim gabungan datang untuk menegakkan sanksi. Kami sudah mendatangi sejumlah pasar tradisional dan wilayah Desa Karangasem,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, anggota Linmas merupakan bagian dari Satgas Pengamanan Tangga di masing-masing RW yang berperan dalam deteksi dini. Mereka juga membantu mendidik masyarakat tentang protokol kesehatan. Linmas melaporkan wilayah-wilayah yang warganya tidak mematuhi protokol kesehatan ke Satpol PP Kota Solo untuk ditindaklanjuti.

Sementara rendahnya kesadaran penerapan protokol kesehatan Covid-19 tercermin dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo. BPS melakukan survei terhadap 609 responden dengan menggunakan metode ini non-probability sampling pada Juli 2020.

Baca:  Penampakan Makam Simbol Peringatan Keras bagi Pembuang Sampah di Pinggir Jalan Boyolali

Akibatnya 5 dari 10 responden tidak pernah mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik, hanya 3 dari 10 responden yang sering / selalu menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Postingan Kesadaran Sanksi Sosial Pengguna Jalan yang Mematuhi Protokol Kesehatan muncul pertama kali di Solopos.com.