Lengkap! Ini Kronologi Pembunuhan Sadis 1 Keluarga di Baki Sukoharjo Akibat Pelaku Terjerat Utang

Lengkap! Ini Kronologi Pembunuhan Sadis 1 Keluarga di Baki Sukoharjo Akibat Pelaku Terjerat Utang
pembunuhan anggota keluarga Polres Sukoharjo

Solopos.com, SUKOHARJO – Empat jenazah yang masih satu keluarga di RT 001 / RW 005, Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki ditemukan berlumuran darah pada Jumat (21/8/2020) malam. Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap salah satu pelaku pembunuhan sadis berinisial HT, 41, dari Desa Waru, Kecamatan Baki.

Informasi yang dikumpulkan Solopos.com, Sabtu (22/8), ditemukannya empat jenazah yang masih satu keluarga merupakan pasangan suami istri (pasangan) Suranto-Sri Handayani dan kedua anaknya RRI, 10, dan DAH, 6.

Keempat mayat ditemukan berlumuran darah di dalam rumah terkunci. Posisi jenazah Suranto dan Sri Handayani ada di ruang keluarga. Sedangkan kedua anaknya ditemukan tewas di dalam kamar.

Warga PSHT Baru Harus Membawa Ayam dan Pisang Pisang, Ini Alasannya

Penemuan Mayat

Penemuan jenazah salah satu keluarga berawal dari kecurigaan warga sekitar. Lampu rumah mati dan tidak ada aktivitas di dalam rumah sejak Rabu (19/8/2020). Apalagi pintu gerbang tidak dikunci tapi pintu rumah dikunci rapat. Warga yang curiga mengintip kondisi rumah melalui jendela. Mereka kaget saat melihat mayat dan darah berceceran di lantai.

Tetangga rumah korban, Farida, mengatakan terakhir kali bertemu dengan keluarga Suranto adalah pada Selasa (18/8/2020) malam. Padahal, Farida dan Sri Handayani melakukan senam pada Selasa sore. Suranto juga terlihat membersihkan selokan pada Selasa sore.

“Keluarga Suranto sudah tidak terlihat lagi dari Rabu hingga Jumat malam. Saya pergi ke rumah korban saat jenazah ditemukan. Kondisi jenazah sudah membusuk,” ujarnya sembari berbincang dengannya. . Solopos.com, Sabtu.

Inikah keseharian Ozie Bu Tejo dalam film Tilik, Julid dan Nyinyir?

Warga setempat segera melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat yang diteruskan ke Polsek Baki. Polisi tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung mengevakuasi empat jenazah menggunakan ambulans ke RSUD Dr. Moewardi Solo untuk diotopsi.

“Suranto sering menyewakan mobil. Dia punya Toyota Avanza putih yang hilang. Mungkin pelaku membawanya,” ujarnya.

Ketua RW 005, Suratno, mengatakan para korban ' keluarga sering bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Saat ada acara desa atau hajatan yang diadakan warga, korban dan istrinya selalu ikut.

Warga sekitar tak menyangka keluarga Suranto tewas mengenaskan di rumahnya di Baki sebagai korban pembunuhan sadis.

"Saya tidak bisa berhenti menyangka bahwa kedua anak korban yang masih kecil itu dibunuh. Kami tidak menyangka dan heran ada kejadian memilukan di rumah korban," dia berkata.

Aneka Perayaan Kuliner Tradisional Murah di Pasar Gede Solo, Ayo Cicipi

Tempat kejadian perkara

Usai mengevakuasi keempat jenazah tersebut ke rumah sakit, polisi langsung memproses lokasi kejadian (TKP) hingga pukul 01.00 WIB. Polisi juga mengumpulkan informasi dari enam saksi yang diperiksa. Hasil pengolahan TKP disinkronkan dengan keterangan enam saksi.

Baca:  Sering Menguap, Bisa Jadi Bukan Mengantuk Tapi Karena Ini

Atas instruksi tersebut, petugas langsung memburu pelaku yang identitasnya sudah dikantongi. Pelaku pembunuhan sadis berinisial HT, 41, warga Desa Waru, Kecamatan Baki, ditangkap Sabtu dini hari.

"Setelah melakukan TKP dan memeriksa enam saksi. Petugas langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkap pelaku pada pukul 04.00 WIB," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, saat perebutan judul perkara dan barang bukti di Mabes Polri Baki.

Menurut Kapolres, pelaku adalah teman korban. Pelaku pembunuhan di Baki terjerat utang puluhan juta rupiah. Kemudian, pelaku meminjamkan mobil Toyota Avanza putih bernomor polisi AD 9125 XT kepada korban dan menggadaikan mobil tersebut kepada orang lain.

Pembunuh 4 Anggota Keluarga di Baki Sukoharjo Gegara Terlibat Utang?

Selama ini para korban yang berprofesi sebagai pengusaha rental mobil kerap didatangi teman dan penyewa mobil. Mereka sering berkumpul di rumah korban.

Pada saat kejadian, pelaku merupakan orang terakhir yang mengunjungi rumah korban. Pelaku sudah paham dengan lingkungan rumah korban.

Motif pelaku membunuh satu keluarga karena ingin memiliki barang milik korban. Mobil korban digadaikan kepada orang lain di luar Sukoharjo, katanya.

Ups! Warga Kalikotes Klaten Disengat Tawon Vespa Saat Menggendong Cucu

Pembunuhan

Pelaku mengambil pisau dapur dan melakukan tindakan sadis dengan membantai satu persatu anggota keluarga Suranto. Dugaan awal, pelaku melakukan aksi saat keluarga korban sedang tidur agar para tetangga tidak mendengar keributan atau cekcok yang dilakukan oleh penghuni. Pisau dapur dibuang ke sungai untuk mengaburkan bukti.

“Jadi pelaku tidak membawa senjata tajam saat mengunjungi rumah korban. Pisau dapur tersebut didapat di rumah korban. Penyidik ​​masih melakukan penyelidikan apakah ada pelaku lain dalam kasus pembunuhan ini. . Beri waktu penyidik ​​untuk bekerja dan mengungkap kasus ini secara lengkap, ”jelasnya.

Dari tangan pelaku pembunuhan di Baki, polisi menyita barang bukti berupa pisau dapur, baju, satu unit Toyota Avanza warna putih plat nomor AD 9125 XT beserta surat keterangan kendaraan bermotor.

Pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian secara paksa sesuai Pasal 338 dan Pasal 340 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Posting lengkapnya! Begini kronologi pembunuhan sadis sebuah keluarga di Baki Sukoharjo akibat pelaku terjerat hutang muncul pertama kali di Solopos.com.