Konservasi Rawa Jombor Klaten, Komunitas dan Warga Tanam Ratusan Bibit Pohon

Konservasi Rawa Jombor Klaten, Komunitas dan Warga Tanam Ratusan Bibit Pohon
Pengunjung bermain sepeda air di sekitar warung apung di kawasan Rawa Jombor, Desa Krakit, Kecamatan Bayat, Klaten, Minggu (4/10/2020) (Taufiq Sidik Prakoso / Solopos)

Solopos.com, KLATEN – Komunitas peduli sungai dan warga sekitar kawasan Rawa Jombor melakukan penanaman ratusan bibit pohon di lahan sisi timur Rawa Jombor, Minggu (4/10/2020). Penanaman dilakukan untuk mendukung penataan areal rawa yang berada di Desa Krakit, Kecamatan Bayat.

Ada sekitar 400 bibit pohon yang ditanam di areal tersebut, seperti pohon buah-buahan dan tanaman hias. “Ada 150 peserta yang ditanam dari warga, masyarakat, unsur pemerintah, dan akademisi,” kata salah satu aktivis komunitas peduli Sungai Klaten, Arif Fuad Hidayah, kepada wartawan, Minggu.

Harus tahu, ini kriteria masker kain sesuai standar SNI

Arif mengatakan, bibit pohon ditanam agar lahan di sisi timur rawa tidak tandus. Selain itu, kegiatan ini digelar untuk mengundang berbagai pihak untuk mendukung upaya pelestarian kawasan Rawa Jombor.

Mengenai penataan kawasan Rawa Jombor, Arif setuju dengan rencana penataan dengan tujuan utama mengembalikan fungsi rawa sebagai daerah resapan air dan sumber irigasi pertanian. “Perlu ditata agar tidak terhalang banyaknya keramba dan lapak terapung,” ujarnya.

Pemicu Pembangunan Pariwisata

Penanaman pohon di sisi timur Rawa Jombor untuk mendukung konservasi di rawa-rawa di Desa Krakit, Kecamatan Bayat, Minggu (4/10/2020). (Khusus / Peduli Masyarakat Sungai Klaten)
Penanaman pohon di kawasan Rawa Jombor sisi timur untuk mendukung konservasi di rawa yang terletak di Desa Krakit, Kecamatan Bayat, Minggu (4/10/2020). (Khusus / Peduli Masyarakat Sungai Klaten)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah (Jawa Tengah) Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan, kegiatan yang digelar masyarakat bisa menjadi pemicu pengembangan kawasan wisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Ini Bentuk Ular Bandotan Yang Menggigit Tangan Warga Sumberlawang Sragen Hingga Melepuh dan Menghitam

“Ini yang menjadi pemicu bagi kami. Harapannya Rawa Jombor yang merupakan salah satu pusat pariwisata di Klaten menjadi perwujudan pentahelix yaitu pelibatan perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah dan pihak lain termasuk korporasi,” kata Sinoeng. .

Sinoeng mengatakan dalam pariwisata pelibatan berbagai elemen termasuk masyarakat merupakan hal yang penting. Hal ini dimaksudkan agar tercipta berbagai inovasi dalam pengembangan pariwisata. “Semua bergerak satu sama lain, saling mengingatkan potensi yang bisa memberikan lebih dari satu poin. Wisata yang ditawarkan hanya kebosanan,” ujarnya.

Baca:  Batas Waktu Pengosongan Kios di Stasiun Klaten Diperpanjang Hingga Akhir Desember

Postingan Pelestarian Rawa Jombor Klaten, Masyarakat dan Warga Tanam Ratusan Bibit Pohon muncul pertama kali di Solopos.com.