Bisa Buat Ngadem, Hutan Kota Jadi Taman Rekreasi di Pinggiran Kota Sragen

Bisa Buat Ngadem, Hutan Kota Jadi Taman Rekreasi di Pinggiran Kota Sragen
Hutan kota yang tadinya terabaikan dan banyak serasah daun kini menjadi pusat olah raga warga di Sragen, (Tri Rahayu / Solopos)

Solopos.com, SRAGEN-Suara musik senam bergema dari lapangan yang biasa digunakan untuk berkemah di kompleks Hutan Kota Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Minggu (13/9/2020) pagi.

Puluhan perempuan menggerakan tubuhnya mengikuti gerak instruktur yang selaras dengan musik disko. Sementara itu, warga lainnya memilih berjalan kaki di sepanjang jalan beraspal selebar 1 meter yang berkelok-kelok di sekitar kompleks bernama Sragen Harmoni Hijau. Ada juga yang berlari di area jogging track yang panjangnya hampir 1 km ini.

Hutan kota yang tadinya tak terurus dan banyak serasah daun kini menjadi pusat olah raga warga di Desa Plumbungan dan Puro. Tempat yang dibangun dengan dana Rp950 juta itu menjadi pusat ekonomi baru bagi warga.

Di sebelah timur tempat parkir terdapat derek penjaja dan penjual makanan ringan bagi pengunjung. Tempat tersebut menjadi tempat wisata keluarga yang segar karena banyaknya pepohonan.

Syekh Ali Jaber Menikam Orang Tak Dikenal Saat Kuliah di Bandar Lampung

Ingin tahu

Resty, 33, warga Plumbungan RT 010, bersama ibunya, Suparni, 56, bersepeda pagi dan mampir di hutan kota yang terletak di perbatasan Plumbungan dan Puro. Mereka baru saja kembali dari perjalanan bersepeda dari jembatan gantung yang berada di kawasan Kecamatan Kedawung.

Mereka sengaja datang ke hutan kota karena penasaran. Resty dan ibunya mencoba berjalan santai mengitari trek jongging dalam satu putaran.

“Ini seperti taman. Sangat bagus. Senang. Udaranya terjaga, sejuk. Bagus untuk rekreasi. Pepohonan rimbun sehingga sirkulasi oksigen baik dan sehat untuk tubuh. Kalaupun dijalankan rasanya enak, jangan buang waktu. Ini pertama kalinya kami kesini. Ternyata tempatnya nyaman, ”kata Resky saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu pagi.

Resty berharap tempat ini bisa terlindungi dari tangan-tangan jahat yang kerap membuatnya kotor lewat vandalisme. Resty menyayangkan jika taman yang begitu indah kemudian dirusak dengan coretan yang tidak jelas.

Baca:  Usaha Brownies Ummika Brownie Ingin Jadi Sarana Rezeki Orang Lain

“Para pemuda yang menjadi tukang parkir semoga bisa berperan menjaga lingkungan hutan kota,” ujarnya sembari duduk di bangku taman.

Suparni penasaran dengan hutan kota karena cerita dari cucunya yang biasa naik sepeda ke taman. Setelah melihatnya secara langsung, ternyata Suparni adalah hutan kota yang indah.

PSBB Jakarta, Jawa Tengah Belum Siapkan Anggaran

Diatur dengan Indah

Tidak hanya ibu dan anak yang menikmati suasana hutan kota. Empat remaja asal Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen juga menikmati liburan mereka di taman tersebut. Mereka adalah Kamila, 12; Sahara, 12; Melta, 12;, dan Yosi, 12. Mereka memang siswa kelas yang sama di MTsN 5 Sragen. Mereka mengaku sudah berulang kali datang ke hutan kota sambil bersepeda setiap Minggu.

“Dulu di sini tidak sebagus ini. Dulu seperti hutan karena tidak terawat. Sekarang sudah bersih, indah dan teratur, ”kata Kamila.

Mereka sengaja datang ke hutan kota hanya untuk berjalan-jalan menikmati segarnya udara hutan sambil menikmati ciluk ba yang dibungkus makhluk plastik. Sesekali mereka duduk bersama di kursi taman sambil mengobrol ringan sambil memandangi bunga-bunga yang tertata apik.

Postingan Bisa Bikin Ngadem, Hutan Kota Jadi Taman Rekreasi di Pinggiran Kota Sragen muncul pertama kali di Solopos.com.