Begini Ancaman 2.000 Pekerja Seni Sragen Bila Hajatan Tidak Diizinkan

Begini Ancaman 2.000 Pekerja Seni Sragen Bila Hajatan Tidak Diizinkan
pekerja seni sragen

Solopos.com, SRAGEN – Puluhan pengrajin seni di Kabupaten Sragen menghadiri audiensi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sragen di Pendapa Sumonegaran, kompleks Rumdin Bupati Sragen, Sabtu (19/9/2020).

Para pekerja seni yang tergabung dalam Solidaritas Pekerja (Spots) Sor Tarub Sragen ini membawa aspirasi lebih dari 2.000 pekerja seni di Bumi Sukowati.

Mereka berharap kegiatan hajatan bisa kembali digelar. Sejak pandemi Covid-19, mereka kehilangan pekerjaan sehingga penghasilannya menurun drastis.

Mendagri Larang Temu Massal Saat Menentukan Calon Kepala Daerah

“Tidak adanya ijin hajatan ibarat mengambil makanan tepat di depan mata kita. Tolong dikembalikan agar kita bisa makan,” kata Koordinator Tempat, Joko Maryanto, yang lebih akrab disapa Joko Pecok saat ditemui Solopos.com di lokasinya.

Joko menegaskan, tidak ada kepentingan politik di balik aspirasi yang dibawa para pekerja seni. Mereka bergerak dari arus bawah tanpa intervensi dari pihak manapun.

Berbagai Lini Bisnis

Menurutnya, lebih dari 2.000 pekerja seni biasanya terlibat dalam semua kegiatan perayaan seperti pemilik persewaan sound system, awning, perlengkapan pesta, piring kaca, pemilik usaha catering, persewaan meja dan kursi, jasa make up, organ tunggal, campursari, penyanyi, dan sebagainya. .

Alhamdulillah 47 Orang Sembuh, Hanya 95 Penderita Virus Corona di Sragen

Meski sempat bersitegang, semua koordinator kawasan Spot di 20 kecamatan bisa menerima tiga keputusan Forkompinda.

Jika Polda Jateng tetap tidak membolehkan kegiatan hajatan sepekan ke depan, para pekerja seni mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa turun ke jalan.

“Kami akan menunggu kurang dari satu minggu atau lima hari. Jika keputusan Kapolda tidak sesuai dengan keinginan kami, kami akan melakukan aksi turun ke jalan. Kami semua yang hadir di sini berkomitmen untuk melakukan aksi. Bukan komitmen individu, tapi komitmen atas nama Solidaritas Pekerja Sor Tarub, ”kata Joko.

Baca:  Kultur Dangdutan di Indonesia Harus Diubah. Please, Jangan Ada Lagi Cewek Disawer-sawer Begini

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto berharap seluruh pekerja seni bisa bersabar menunggu keputusan Polda Jateng terkait permintaan dibolehkan kembali kegiatan hajatan.

Mempercepat memicu kecelakaan di selatan Jembatan Bacem, 1 nyawa terbang

Menurutnya, Polres Sragen akan berkoordinasi dengan Polda Jateng agar izin keramaian untuk kegiatan hajatan kembali diperbolehkan.

“Kita tidak perlu main keras. Kalau belum ada keputusan dari Polda, tapi sudah demonstrasi, kenapa kita berdiskusi di sini. Tidak perlu menang-menang . Silakan ambil keputusan setelah mendapat jawaban dari Kapolres, ”kata Tatag

Postingan Inilah Ancaman 2.000 Pekerja Seni Sragen Jika Perayaan Dilarang Muncul pertama kali di Solopos.com.