Bawaslu Wonogiri Sebut Laporan Awal Dana Kampanye Kedua Paslon Tidak Wajar

Bawaslu Wonogiri Sebut Laporan Awal Dana Kampanye Kedua Paslon Tidak Wajar
laporan dana kampanye pasangan calon Pilkada Wonogiri

Solopos.com, WONOGIRI – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Wonogiri menilai besaran dana dalam Laporan Dana Kampanye Awal (LADK) kedua pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Wonogiri 2020 keterlaluan.

Meski begitu, Bawaslu menilai hal tersebut tidak melanggar ketentuan. Di LADK, pasangan calon nomor urut satu, Hartanto-Joko Purnomo (Harjo), memiliki saldo awal di Rekening Dana Kampanye Khusus (RKDK) Rp100.000.

Sementara pasangan calon nomor urut dua Joko Sutopo-Setyo Soekarno (Josss) mencatatkan saldo awal di RKDK Rp1 juta.

Kampanye Pilkada Klaten: Sri Mulyani Blusukan, Teman Satu Kunjungan, ABY Touring

Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, mengatakan dalam laporan awal dana kampanye, Bawaslu sedang mencermati apakah kedua pasangan calon tersebut melaporkan LADK ke KPU. Soal isi atau berapa jumlah nominalnya, pada dasarnya tidak masalah.

“Apapun isinya jangan menyalahi aturan. Tapi kalau kita waspada dan bertanya soal nominal juga sudah sesuai. Karena tidak wajar. Apakah nominal itu sesuai dengan fakta atau tidak perlu kewaspadaan juga. Jadi kita terus pantau, "ujarnya Solopos.com melalui telepon, Rabu (30/9/2020).

Di tengah masa kampanye, menurut dia, ada Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK). Selanjutnya, pada akhir kampanye Pilkada Wonogiri terdapat Laporan Penerimaan dan Belanja Dana Kampanye (LPPDK).

Mau Ikut Pilkada Solo 2020? Yuk, Gabung sebagai Supervisor TPS

“Monitoring akan dilakukan pada masing-masing tahapan ini. Di tengah berapa banyak sumbangan kampanye yang masuk. Di akhir kampanye kita akan melihat pengeluaran atau penggunaan pasangan calon,” ujarnya.

Rencana Program Kampanye

Ali menambahkan, pasangan calon harus menyampaikan perimbangan dana kampanye apa adanya. Kedua pasangan calon tersebut, menurutnya, sudah memiliki rencana program kampanye untuk bulan depan, termasuk biaya.

Baca:  Pilkada Wonogiri: 520 APK Tak Resmi Bergambar Paslon Dikukut

Seperti merencanakan kampanye tatap muka atau rapat terbatas, membuat kaos oblong, topi, pin, dan alat peraga lainnya. Dana untuk kegiatan ini seharusnya sudah tersedia dan bisa dimasukkan dalam laporan dana awal kampanye Pilkada Wonogiri.

Puluhan Gedung ASN Menara Wijaya Sukoharjo Diuji Swab

"Misalnya ada rencana bikin kaos 1.000 buah. Satu kaos harganya Rp 25.000. Jadi rencana bikin kaos sudah ketahuan. Rp 25 juta. Jumlah itu lebih dari Rp1 juta," ujarnya. kata.

Contoh lain, lanjutnya, dalam satu bulan pasangan calon akan melakukan tatap muka dengan jumlah maksimal 50 orang. Setiap orang bisa mendapatkan jajan Rp 5.000. Jadi rencana menggelar acara itu tertangkap Rp. 500.000. Jumlahnya lebih dari Rp 100.000.

"Analogi itu yang kami anggap tidak wajar. Namun, kami tegaskan tidak melanggar ketentuan atau ketentuan yang ada," kata Ali.

Postingan Bawaslu Wonogiri Sebut Dana Kampanye Awal Calon Kedua Muncul pertama kali di Solopos.com.