Awas Razia! Nekat Berkeliaran Saat Jam Belajar, Pelajar Solo Bakal Dihukum Nyemprot Disinfektan

Awas Razia! Nekat Berkeliaran Saat Jam Belajar, Pelajar Solo Bakal Dihukum Nyemprot Disinfektan
Lomba Penulisan Surat Cinta Walikota Solo Covid-19 Walikota Solo Angkat Rekomendasi PDIP Cawali Pilkada Solo Masuk Sekolah Anak Tunggal Dilarang Masuk Mal Rudy Solo Pilkada 2020 Razia Pelajar Tunggal

Solopos.com, SOLO – Guardian Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menambah sanksi bagi mahasiswa yang kedapatan berkeliaran di tempat umum selama jam belajar dan terjebak penggerebekan.

Selain pendataan untuk pemanggilan guru dan orang tua ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mereka juga harus menyemprot lingkungan dengan cairan desinfektan.

Positif Covid-19 Solo Tambah 14 Kasus Lagi, 1 Orang Dari Jejak Manahan

“Kami menargetkan tempat-tempat keramaian yang membawa mobil Gerakan Disiplin Mahasiswa [GDS]. Petugas akan mengantar mahasiswa yang terjaring dengan mobil menuju Kantor Satpol PP. Nanti kita panggil orang tua dan gurunya, ”ujarnya kepada wartawan, Rabu (2/8/2020).

Rudy, begitu ia biasa disapa, mengatakan petugas akan melakukan razia terhadap mahasiswa setiap saat dengan sasaran tempat-tempat umum di Solo, terutama pada jam belajar.

Zona Merah Meningkat Cukup Banyak, Salah Satunya Kota Solo

Rudy juga menerapkan hukuman serupa kepada siswa yang kedapatan tidak memakai masker. Kriteria mahasiswa adalah mereka yang berusia kurang dari 18 tahun.

Bantuan Ponsel

“Hukuman untuk siswa ini berbeda dengan mereka yang berusia lebih dari 18 tahun yang harus membersihkan sungai. Daripada minta push up, lebih baik rasakan betapa sulitnya menyemprot disinfektan untuk pencegahan penyakit. virus SARS CoV-2, "kata Rudy.

Sukoharjo Pilkada: Total 9 Parpol Mendukung Joswi, Etik-Agus 4 Parpol

Selain razia terhadap pelajar yang kedapatan nongkrong saat jam belajar, Pemkot Solo terus mengupayakan corporate social responsibilty (CSR) dengan memberikan bantuan telepon seluler bagi pelajar kurang mampu.

Ponsel itu untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 200 ponsel yang mendapat bantuan melalui Pemerintah Kota. “Ada 200-an, bukan dari Pemkot sendiri. Targetnya 1.500 unit,” jelasnya.

Baca:  Super Sibuk! Tim Pemantau Awasi 87 Hajatan di Karanganyar Akhir Pekan Ini

Sebelum dikenalkan dengan jenazah Covid-19 di Solo, Hananto pergi ke Aceh untuk membantu korban tsunami 2004

Rudy berharap bantuan telepon seluler ini dapat mendukung PJJ yang diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Apalagi sekarang pemerintah pusat mau membantu dengan kuota 35 GB [giga byte] untuk siswa. Seperti gayung terus menerus, "kata Rudy.

Pos Waspadalah Razia! Putus asa mondar-mandir saat jam belajar, Mahasiswa Solo Akan Dihukum Semprot Disinfektan muncul pertama kali di Solopos.com.