Ada 158 Bidang Tanah di Bokoharjo Terdampak Tol Jogja-Solo

Ada 158 Bidang Tanah di Bokoharjo Terdampak Tol Jogja-Solo
Tol Jogja-Solo

Solopos.com, SLEMAN – Proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo terus berlanjut. Saat ini, proses perbaikan memasuki Desa Condongcatur di Kapanewon Depok, Sleman. Sementara itu, pekan depan tahap pengukuran dan inventarisasi akan dimulai di Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Solo-Jogja, Galih Alfandi menjelaskan, tahap fixing sudah selesai di dua sisi timur Kapanewon di Sleman, yakni Prambanan dan Kalasan.

"Pematokan sedang berlangsung di Condongcatur, Depok. Kalasan dan Prambanan semuanya sudah dipatok," kata Galih saat dihubungi Harian Jogja Solopos.com, Jumat (16/10/2020).

Dia menargetkan tahapan pembenahan hingga desa terakhir proyek Tol Jogja-Solo, yakni Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati selesai Oktober ini. Ia berharap prosesnya berjalan lancar tanpa kendala berarti.

BPCB Jawa Tengah Pastikan Situs Cagar Budaya Tidak Tergenang Tol Solo-Jogja

“Selama ini kesulitan biasanya karena lokasi permukiman, penentuan titik koordinat terhalang bangunan. Selain itu faktor cuaca juga ada,” jelasnya. Namun, dia tidak mempermasalahkan Kabupaten Sleman yang sudah mulai memasuki musim hujan. "Masih dikejar," katanya.

Sementara itu, secara serentak tahapan pengukuran lahan untuk tol Jogja-Solo akan dimulai Senin (19/10/2020) di Kalurahan Bokoharjo, Prambanan. “Maraton itu akan menyelesaikan satu desa lalu desa lainnya, dimulai di Bokoharjo, lalu Tirtomartani di Kalasan, lalu Tamanmartani, lalu Selomartani,” jelasnya.

Warga Negara Terlibat

Sebelum memulai tahap pengukuran, Kanwil BPN DIY telah melakukan persiapan pelaksanaan tahapan identifikasi dan inventarisasi oleh Satgas A dan B. Ketentuan ini melibatkan kepala desa, kepala pemerintahan, dan dusun setempat. Pengukuran mulai Senin besok akan sekaligus menginventarisasi luas tanah, bangunan, dan tanaman di darat.

Proposal PLTN Asing Masuk ke Indonesia

Sementara itu, Lurah Bokoharjo Dody Heriyanto berharap pengukuran mulai Senin depan berjalan lancar. Sebanyak 158 bidang tanah terdampak di kelurahan ini terkena tol Jogja-Solo yang didominasi persawahan.

Baca:  Kecelakaan di Tol Sragen Tewaskan Pasutri Asal Sleman, Begini Kronologinya

“Kami sudah membentuk satgas. Minggu ini kami masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kelanjutan tahapan proyek tol Jogja-Solo yakni pengukuran. Sehingga Senin tim pengukur bisa langsung masuk ke wilayah kami,” katanya. kata Dody.

Ditabrak truk di jalan Solo-Purwodadi, pengemudi ambulans patah pahanya

Menurutnya, sejak ditetapkan, warga terdampak di Bokoharjo selalu dilibatkan dalam proses pembebasan lahan tol Jogja-Solo. Untuk tahap pengukuran selanjutnya, warga juga akan dilibatkan kembali. “Warga juga melakukan pegging sendiri untuk membenahi rumah di depan, belakang dan samping rumah. Hal ini memudahkan BPN untuk memasukkan data warga terdampak,” terangnya.

Selama ini, lanjut Dody, warga masih optimistis dengan rencana pembangunan tol Jogja-Solo tersebut. Namun, dia memprediksi tahapan akan mulai berat saat memasuki tahap pricing. Tahapan penentuan harga biasanya sulit. Warga tentu berharap mendapat ganti rugi di atas harga umum, tapi tim penilai yang menentukan, kata Dody.

Postingan Ada 158 Bidang Tanah di Bokoharjo Terkena Tol Jogja-Solo muncul pertama kali di Solopos.com.