8 Bulan Pandemi Covid-19, PT Sritex Sukoharjo Produksi 1,5 Juta Masker Per Hari

8 Bulan Pandemi Covid-19, PT Sritex Sukoharjo Produksi 1,5 Juta Masker Per Hari
PT Sritex Sukoharjo

Solopos.com, SOLO – Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia dalam delapan bulan terakhir membuat banyak pihak mengubah cara pandang dan gaya hidup, termasuk PT Sritex. Sukoharjo.

Pengusaha seperti Sritex harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini agar bisa bertahan di saat perekonomian sedang lesu. Mereka yang tidak bisa berinovasi akan gagal mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya.

Demikian penjelasan Vice President Director PT Sritex Iwan K Lukminto saat menjadi pembicara di Business World Dialogue: Solo Jumps, What and How Solo Maju, bersama dengan Solo cawali. Gibran Rakabuming Raka, Rabu (18/11/2020).

Undian Tabungan Bima: Warga Ngemplak Boyolali Dapatkan Mitsubishi Xpander dari Bank Jateng Cabang Solo

Acara yang berlangsung di Diamond Solo Convention Center ini dihadiri oleh para pengusaha di Kota Bengawan. “Adanya pandemi ini mau tidak mau telah merubah cara berpikir, berbisnis, dan cara kita bekerja. Mau tidak mau,” ujar Wapres. PT Sritex Sukoharjo.

Iwan mencontohkan perubahan perilaku akibat pandemi Covid-19, seperti pertemuan virtual dan penjualan online. “Para wirausahawan didorong untuk berpikir inovatif demi kelangsungan bisnis,” jelasnya.

Berbagai inovasi dan terobosan juga telah dilakukan PT Sritex sejak pandemi Covid-19 terjadi. Inovasi tersebut meliputi produk dan metode pemasaran. Dengan pendekatan ini, PT Sritex berhasil menjaga kelangsungan bisnisnya.

Debat Publik Pilkada Sukoharjo Lagi, 2 Paslon Siap Kontes Ide dan Program

Waktu Kritis

Bahkan selama ini PT Sritex Sukoharjo tidak pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau memberhentikan karyawannya. Bentuk inovasi konkret yang dimiliki PT Sritex adalah memproduksi masker kesehatan untuk kebutuhan masyarakat saat terjadi pandemi.

Faktanya, produksi masker PT Sritex mencapai 1,5 juta lembar setiap harinya. "Saat itu, Maret, April, Mei [2020] adalah masa kritis, kami benar-benar mengubah jalur produksi kami, menjadi masker jahit, "katanya.

Baca:  Masih Pandemi, KPU Solo Pede Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Sampai 77,5 Persen

Produksi masker bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BUMN. Hingga saat ini PT Sritex masih memproduksi masker sesuai tuntutan berbagai pihak. Meski demikian, Iwan mengakui produksi saat ini tidak sebesar di masa-masa awal pandemi Covid-19 Indonesia.

Tambah 125 Orang Solo Positif Covid-19 Dalam 3 Hari, Penggerebekan Masker Diintensifkan

Total masker yang telah diproduksi PT Sritex Sukoharjo mencapai 60 juta hingga 70 juta buah. Selain memproduksi masker, PT Sritex juga memproduksi hazmat suit hingga dua juta lembar. “Masih ada permintaan masker,” jelasnya.

Di tengah pandemi yang terjadi saat ini, Iwan yakin perekonomian Indonesia dan dunia akan segera pulih. Ia melihat perekonomian sudah mulai pulih belakangan ini. Proses pemulihan ekonomi masih berlangsung.

“Beberapa waktu saat pandemi Covid-19, orang terjebak, tidak belanja di luar, tidak jalan-jalan, tidak makan di luar. Setelah pandemi selesai, saya yakin perekonomian akan lebih baik, bahkan mungkin lebih dari sebelumnya,” ujarnya. .

Pasca 8 Bulan Pandemi Covid-19, PT Sritex Sukoharjo Produksi 1,5 Juta Masker Per Hari muncul pertama kali di Solopos.com.