10 Berita Terpopuler : Kisah Sukiman Kejar Rekomendasi PKS untuk Pilkada Sragen

10 Berita Terpopuler : Kisah Sukiman Kejar Rekomendasi PKS untuk Pilkada Sragen
Politisi Sukiman-Iriyanto Sragen Saiful Hidayat (tengah) mempertemukan Dedy Endriyatno (kanan) dan Sukiman (kiri) di sebuah restoran di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (25/2/2020) pagi. (Istimewa) Penyelesaian sragen berita paling populer

Solopos.com, SOLO – Kisah gagalnya Sukiman melaju sebagai bupati atau cabup pada Pilkada Sragen 2020 menjadi berita terpopuler di Solopos.com selama 24 jam terakhir hingga Selasa (15/9/2020) pagi.

Berita terpopuler berjudul Kisah Blak-blakan Sukiman Mengejar Rekomendasi PKS Menjadi Cabup Sragen: 10 Hari di Jakarta Berakhir Gagal melaporkan Sukiman secara terbuka tentang kegagalannya mendapat rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ditemui wartawan di kediamannya, Senin (14/9/2020), Sukiman yang merupakan akademisi sekaligus pengusaha asal Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen menyampaikan permintaan maafnya kepada warga Sragen yang berharap akan ada cabup alternatif yang bisa dipilih dalam Pilkada Sragen 2020. .

Solopos Hari Ini: Saatnya Jawa Tengah Menginjak Rem

Sukiman mengaku perjalanan menjadi cabup tidak mudah karena harus melalui jalan yang terjal.

Bisa dibilang, perjalanannya tidak mudah dan sangat curam. Ternyata Allah tidak ingin saya maju sebagai cabup, kata Sukiman.

Sukiman berterima kasih kepada Partai Gerindra yang telah merekomendasikannya untuk mencalonkan diri sebagai cabup dalam Pilkada Sragen.

Kasus Covid-19 di 9 wilayah Jawa Tengah melonjak

Namun, dia menyayangkan rekomendasi yang datang cukup terlambat sehingga membuat PKS ragu-ragu dalam memberikan rekomendasi.

“Surat rekomendasi sudah dikeluarkan DPP Gerindra pada 25 Agustus. Ternyata tidak segera dikeluarkan.mengikuti oleh DPD. Setelah perdebatan sengit, rekomendasi baru dibuat menit terakhir Artinya, sehari sebelum pendaftaran pada 3 September pukul 17.00 WIB, "kata Sukiman.

Merasa Dilempar ke Sini untuk Mari

Setelah dipastikan mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra, Sukiman dan timnya langsung bergegas mendekati PKS. Selama 10 hari, Sukiman berusaha mengambil rekomendasi dari DPP PKS yang berkedudukan di Jakarta. Namun, dia benar-benar merasa bahwa dia sedang dipotong atau dilempar kesana-kemari.

Baca:  Kebutuhan Dana Besar, Jembatan Pilang-Gedongan Sragen Belum Pasti Dibangun Tahun Depan

“Ada kesan saya terjebak, dari DPW saya disuruh ke DPP, dari DPP dikembalikan ke DPD. Jadi ada kesenjangan komunikasi dan keputusan. Kita sudah minta bantuan teman-teman kita. di PKS, termasuk mantan Gubernur Jawa Barat Pak Aher. [Ahmad Heryawan]. Namun ada proses yang tidak bisa kami ikuti, ”kata Sukiman.

Today In History: 15 September 1945, Sekutu Melucuti Jepang di Jakarta

Selain informasi tentang kisah Sukiman mengejar rekomendasi PKS, berita lain tentang larangan berteriak di lereng Merapi, tambahan kasus Covid-19 di Klaten, viral news, dan penusukan Syekh Ali Jaber juga menjadi yang paling populer. daftar di Solopos.com pagi ini.

Berikut 10 berita terpopuler di Solopos.com 24 jam terakhir hingga Selasa pagi:

Kisah Blak-blakan Sukiman Mengejar Rekomendasi PKS Menjadi Cabup Sragen: 10 Hari di Jakarta Berakhir Gagal

Di lereng Merapi, kawasan Klaten dilarang teriak jika tak mau kerasukan

Bangkit Lagi, Kasus Covid-19 Positif di Klaten Tambah 10 Sehari

Viral Cewek Indonesia Gelar Pesta Seks Massal Bule dengan Bule Hingga Punya Anak Blasteran

Viral Gadis Desa Gowes Bareng Kemben, Begini Tanggapan Pemerintah Kabupaten Malang

Sukiman: Kali Ini Saya Serahkan Bupati Sragen, Tunggu 2024!

Ketika anak-anak menemukan hubungan yang intim, inilah yang harus dilakukan orang tua

The Man Piercing Sheikh Ali Jaber Mengaku Berhantu, Halusinasi?

Tusukan Syekh Ali Jaber adalah tersangka dan terancam hukuman 5 tahun penjara

Motifnya digali, inilah pengakuan pelaku penikaman Syekh Ali Jaber

Postingan 10 Berita Terpopuler: Kisah Sukiman Mengejar Rekomendasi PKS di Pilkada Sragen muncul pertama kali di Solopos.com.